Jakarta,
Swamedium.com – Manajemen Grup PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk mengatakan
tuduhan-tuduhan penipuan yang disampaikan aparat negara saat penggerebekan di
gudang beras miliknya itu tidak benar. Perusahaan sudah menjalankan bisnis
sesuai aturan, bahkan menerapkan standar ISO terkait food safety untuk menjamin
kualitas produknya.
Tidak
benar anak usaha PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk, yakni PT Indo Beras Unggul (PT
IBU) merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah, sementara omzet
perdagangan beras perusahaan hanya Rp4 triliun. Manajemen juga mengungkapkan
fakta bahwa beras IR64 itu sebenarnya tidak disubsidi karena yang disubsidi
hanya beras raskin.
Komisaris
Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (PT TPS) Anton Apriyantono membantah bahwa
perusahaan menjual beras merek Ayam Jago dan Maknyuss dengan cara penipuan.
Menurut Menteri Pertanian di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut,
beras yang diproduksi PT IBU sudah sesuai dengan aturan.
“Tidak
benar kalau beras IR64 disubsidi, tuduhan-tuduhan itu tidak benar,” kata Anton
Apriyantono yang dikutip Tempo di akhir pekan ini.
Terkait
beras subsidi, Anton menjelaskan subsidi hanya ada di beras raskin. Subsidinya
pada pembelian, yakni beras raskin hanya untuk masyarakat miskin. Sedangkan
beras jenis IR64 adalah varietas lama yang sudah digantikan oleh jenis lain,
seperti Ciherang dan sudah ada varietas baru, misalnya Inpari.
Anton
yang masuk Kabinet Presiden SBY berkat dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
ini menanggapi penjelasan Ketua Satuan Tugas Pangan Inspektur Jenderal Setyo
Wasisto bahwa awal kecurigaan kepolisian terhadap PT IBU bermula dari pembelian
gabah kering panen dengan harga terlalu tinggi. Penetapan harga itulah yang
dinilai merugikan pelaku usaha sektor penggilingan.
Lebih
jauh, Anton mempertanyakan alasan polisi mengusut kasus beras dan menyebut PT
TPS merugikan pelaku penggilingan yang membeli gabah dengan harga tinggi. Kata
Anton, pembelian beras oleh PT TPS tidaklah signifikan.
Kapasitas
pabrik PT TPS, termasuk anak perusahaannya PT IBU dalam setahun berkisar 800
ribu ton. Dia mencontohkan, PT TPS di Solo hanya mampu menyerap gabah sebanyak
8 persen dari total produksi beras di sana.
Anton
melanjutkan bahwa tidak mungkin pihaknya meraup keuntungan sebesar triliunan
rupiah dengan cara tersebut seperti yang dituduhkan. Sebabnya, omzet PT TPS
dari beras hanya sebesar Rp4 triliun dalam setahun.
"4 T koq Bisa jadi Ratusan T, itu yang ratusan T kerugian karena Reklamasi Bukan"
Adapun
mengenai tuduhan perusahaannya menjual beras di atas harga eceran tertinggi
(HET) dari pemerintah, Anton mengungkapkan bahwa Surat Keputusan Menteri
Perdagangan tentang HET Beras baru ditandatangani dan diberlakukan pada 18 Juli
2017. Lagipula, HET Rp 9.000 per kilogram juga terlalu rendah karena harga
rata-rata beras saat ini di atas Rp 10 ribu per kilogram. ”Dua hari
(perusahaan) lakukan penyesuaian, apa mungkin?” tanyanya.
Terkait
pemberitaan bahwa PT IBU menyimpan 3 juta ton beras atau membeli beras 3 juta
ton itu juga jelas ngawur karena kapasitas terpasang seluruh pabrik PT TPS
hanya 800 ribu ton.
Akibat
kasus itu, perdagangan saham Tiga Pilar Sejahtera di lantai bursa pada sesi 1
pada Jumat (22/7) anjlok mencapai batas tertinggi auto rejection, sebesar
24,9%,
Seperti
diketahui, PT TPS dan PT IBU adalah perusahaan lokal yang saham publiknya
didominasi masyarakat, bukan sindikasi konglomerasi. Perusahaan ini sudah
menerapkan ISO 22.000 yang berarti ada jaminan food safety, mulai dari apa saja
bahan bakunya, dari mana bahan bakunya dan komponen bahan bakunya itu sendiri.
Berikut
komentar Warganet terkait kasus penggerebekan beras PT IBU.
“Jadi
pak aparat harus berani gelar perkara sampai ke situ, bukan dari visual saja,”
tulis warganet.
“Itu
fitnah besar….banyak kebohongan publik.Rupanya arah aksi penggerebekan gudang
beras premium karena perusahaan 9 naga terusik ya…”
“Dah
gitu, mulai dibumbui label “PKS” karena nama perusahaan induknya PT Tiga Pilar
Sejahtera ada kata “Sejahtera” dan Komut PT Tiga Pilar Sejahtera adalah pak
Anton Apriyantono, eks Mentan asal PKS. Padahal beliau Komut Independen yang
ditunjuk perusahaan tahun 2015, bukan ownership saham.”
“Parliamentary
threshold 4% yang akan menghanguskan kursi partai kalau tak mencapainya, memang
harus dicicil dari sekarang ya untuk menjatuhkan suara PKS dengan segala tema.
PKS 2014 dapat 6,79%, jadi untuk menggusur PKS butuh 2,79% pendukungnya dikasih
isu yang menggoyahkan pilihan hati.”
(i2s/IK)
0 Response to "ADA APA DIBALIK PT IBU……..?"
Posting Komentar